Jumat, 30 September 2011

Konsep Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

GATOT JARIONO
Definisi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan melalui aktifitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromascular, intelektual dan emosional. Pendidikan Jasmani menurut Husdarta (2009: 18) adalah “proses pendidikan melalui aktivitas jasmani, permainan atau olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan.”

Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan yang dalam proses pembelajarannya mengutamakan aktifitas jasmani dan kebiasaan hidup sehat menuju pada pertumbuhan dan pengembangan jasmani yang seimbang. Menurut Nadisah (1992: 15) bahwa “pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan (secara umum) yang berlangsung melalui aktifitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh manusia dan menghasilkan pola-pola perilaku pada individu yang bersangkutan.”
“Pendidikan kesehatan adalah segala bentuk upaya sengaja dan berencana yang mencakup kombinasi metode untuk memfasilitasi perilaku untuk beradaptasi yang kondusif bagi kesehatan” (Depdiknas, 2000: 16). Selanjutnya Thomas D. Wood dalam Nadisah (1992: 17) mengatakan bahwa “pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman di sekolah atau dimana saja yang berpengaruh baik terhadap kebiasaan, sikap dan pengetahuan yang berkenaan dengan kesehatan individu, masyarakat dan bangsa.”
Sedangkan menurut Definisi Terminologi (Committee of Terminology, 1951) dalam Nadisah (1992: 17) “pendidikan kesehatan adalah proses pemberian pengalaman-pengalaman belajar dengan maksud untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perbuatan yang berkenaan dengan kesehatan individu atau kelompok.”
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai bagian pendidikan secara keseluruhan yang prosesnya menggunakan aktifitas jasmani/gerak sebagai alat-alat pendidikan maupun sebagai tujuan yang hendak dicapai dengan menanamkan sikap dan kebiasaan berhidup sehat dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan, baik yang diperoleh secara formal melalui program sekolah ataupun pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diluar sekolah.
1) Mata Pelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Mata pelajaran pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan,
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. Eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.
2). Pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
Terminologi pembelajaran berasal dari kata belajar. Pembelajaran adalah suatu disiplin yang menaruh perhatian pada upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki proses belajar. Sasaran utamanya adalah memdreskripsikan (membuat resep-resep) strategi yang optimal untuk mendorong prakarsa dan memudahkan belajar. Dengan demikian, pembelajaran adalah upaya menata lingkungan agar terjadinya belajar pada pebelajar (learner). Upaya menata lingkungan dilakukan melalui penyediaan sumber-sumber belajar.
Ukuran keberhasilan pembelajaran adalah perubahan perilaku terjadinya belajar pada pebelajar Pembelajaran adalah usaha untuk membelajarkan, supaya belajar menjadi lebih mudah bagi pebelajar. Dalam konsep pembelajaran yang sangat penting adalah membantu prakarsa belajar dengan atau tanpa kehadiran guru. Bukan berarti tugas guru menjadi ringan, akan tetapi menjadi lebih berat karena ia harus mengupayakan berbagai strategi untuk terjadinya prakarsa belajar bagi pebelajar.
Supaya kegiatan pembelajaran terjadi maka diperlukan persiapan yang matang dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah suatu proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pebelajar kearah yang dikehendaki.
Adapun tujuan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah meningkatkan kualitas pembelajaran yang meliputi kegiatan: merancang, melaksanakan, mendiagnosa, memperbaiki dan menilai pembelajaran. Dalam usaha merancang pembelajaran harus berdasarkan pada asumsi-asumsi dan model yang cocok dengan berbagai karakteristik pebelajar, bidang studi dan pengajar.
Model-model pembelajaran yang telah ada dapat dikatagorikan ke dalam empat jenis, yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada peningkatan kemampuan pengajar, pembuatan produk, peningkatan organisasi dan peningkatan sistem. Menurut Wasis, bahwa Rancangan model pembelajaran yang cukup komprehensif dalam pendidikan jasmani adalah Model Annarino.

Merancang pembelajaran adalah usaha menciptakan lingkungan belajar supaya terjadi belajar. Pengajar akan berfungsi untuk memilih, memprakarsai, mengaktifkan, memonitor dan menciptakan pengalaman belajar dengan mengembangkan kemampuan awal pebelajar dengan lingkungan yang berwujud sumber-sumber belajar.
Pengajar pendidikan jasmani dalam merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran harus menjadikan kegiatan pembelajaran itu interaktif dengan sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar pada pebelajar. Dengan demikian tugas utama seorang pengajar yaitu:
1. Merancang pembelajaran yang efektif,
2. Melaksanakan pembelajaran,
3. Mendiagnosis kelemahan- kelemahan dalam pembelajaran,
4. Menilai program pembelajaran, dan
5. Memperbaiki pembelajaran.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah:
1. Tahapan pelaksanaan dilakukan dimulai dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari jarak yang dekat ke yang jauh, dan dari tingkat kesulitan yang rendah ke yang tinggi
2. Pengorganisasian kegiatan dilaksanakan dengan perorangan, berpasangan, kelompok kecil dan kelompok besar

3. Cara pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan latihan, menirukan, permainan, perlombaan, dan pertandingan
4. Waktu yang dialokasikan untuk pelajaran Pendidikan Jasmani terbatas, maka guru diharapkan menyusun kegiatan ekstrakurikuer dalam upaya mencapai keseluruhan kompetensi di dalam kurikulum, yang kegiatannya dapat dilaksanakan pada waktu luang/senggang, seperti: sore hari atau hari libur
5. Guru diharapkan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk pelaksanaan pembelajaran, baik di halaman sekolah, ruang kelas atau benda-benda lain di sekitar sekolah yang dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran
6. Dalam pembelajaran semua siswa dilibatkan secara langsung dalam praktik, hindari waktu menunggu giliran yang lama (satu anak melakukan anak lain memperhatikan) hal ini membuat siswa bosan.
7. Beberapa metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah, Metode Eksplorasi, Diskoveri, pemecahan masalah, komando, latihan sirkuit, latihan berbeban, latihan interval, tugas, periksa sendiri, dan lain-lain
Tahap pembelajaran Pendidikan Jasmani terdiri dari tiga tahap, yaitu:
a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini mencakup langkah-langkah persiapan, seperti:
1. Penetapan tujuan pembelajaran
2. Memilih metode pembelajaran
3. Memilih materi pembelajaran
4. Menentukan alokasi waktu
5 Menentukan alat dan sumber bahan pelajaran
6. Memilih jenis evaluasi, dan lain-lain
b. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan pada dasarnya menerapkan apa yang telah dilakukan pada tahap persiapan
c. Tahap Evaluasi
1. Mengumpulkan informasi tentang pencapaian kompetensi, tujuan evaluasi adalah menilai sejauh mana siswa mampu mencapai kompetensi hasil belajar
2. Memberikan umpan balik terhadap jalannya pembelajaran
3. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan untuk mengetahui derajat kebugaran, dan tes pengukuran
4. Penilaian merupakan upaya pengumpulan informasi untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi Pendidikan Jasmani telah dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam satu atau beberapa pertemuan, semester, akhir tahun pembelajaran
5. Aspek yang dinilai dalam Pendidikan Jasmani meliputi: aspek kebugaran, keterampilan, pengetahuan dan sikap
6. Teknik penilaian dilakukan dengan tes (melalui pengukuran) dan non tes (melalui pengamatan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar